Asma : Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati - Lights Pedia

    Social Items

Your Ads Here
Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Asma

Pengertian


Asma yang diambil dari bahasa Yunani "asthma" yang berarti "sulit bernafas" merupakan jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan disertai sesak atau sulit bernapas. Penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk dan mengi.

Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda ataupun tua. Saluran pernapasan orang yang mengidap asma lebih sensitif dibandingkan dengan orang yang tidak mengidap asma. Ketika paru-paru teriritasi maka otot-otot saluran pernapasan penderita asma akan menjadi kaku dan membuat saluran tersebut menyempit. Selain itu juga akan terjadi peningkatan produksi dahak yang menjadikan bernapas makin sulit untuk dilakukan.

Asma juga bisa menyerang anak, tentunya asma yang kambuh dapat mengganggu waktu bermain, belajar, tidur dan kegiatan lainnya. Membuat si kecil menjadi tidak nyaman dan aktivitasnya sering terganggu. Penyebab dan gejala asma pada anak kurang lebih sama seperti penderita asma yang lainnya, namun cara mengobati tentunya berbeda dengan orang dewasa. Sebagai orang tua setidaknya harus selalu terus memantau kondisi dan perkembangan pada anak, harus siap siaga jikalau asma anak kambuh.

Tahukah Anda ?


Asma menjadi penyakit 5 penyakit terbesar yang menyumbang kematian di dunia karena prevalensinya mencapai 17,4%. Menurut data dari WHO pada tahun 2010, menunjukkan sebanyak 300 juta orang di dunia mengidap penyakit asma dan 225 ribu orang meninggal karena asma. Jumlah ini diprediksi meningkat hingga 400 juta orang pada tahun 2025.

Kementrian Kesehatan RI melaporkan bahwa di tahun 2013, jumlah pasien asma di Indonesia mencapai 4,5% dari total jumlah penduduk. Provinsi Sulawesi Tengah menduduki peringkat penderita asma terbanyak sebanyak 7,8% dari total penduduk di daerah tersebut.
Indonesia menempati urutan ke-19 dunia perihal kematian akibat asma, hal ini dikarenakan pada tahun 2014 angka kematian akibat asma di Indonesia melonjak naik hingga 24.773 orang atau sekitar 1,77% dari total jumlah kematian penduduk.

Penyebab Sakit Asma


Penyebab dan Gejala Asma

1. Faktor Genetik

Salah satu faktor yang paling banyak menjadi penyebab penyakit asma ialah faktor genetik atau faktor turunan atau bawaan. Faktor genetik atau turunan ini diturunkan oleh generasi sebelumnya seperti buyut, kakek nenek maupun orang tua. Gejala-gejala asma yang diderita oleh pengidap asma dari faktor genetik biasanya tidak jauh berbeda dengan generasi sebelumnya.

2. Lingkungan

Lingkungan juga mempunyai andil yang besar dalam penyebab penyakit asma, jika memiliki penyakit ini dan sering berada dalam lingkungan yang berdebu, kotor dan kurang nyaman maka penyakit asma tersebut lebih mudah terpicu dan kambuh. Sehingga bagi Anda yang mengidap asma seharusnya lebih memperhatikan lingkungan sekitar Anda.

3. Makanan dan Minuman

Makanan dan minuman sembarangan atau terlalu banyak juga dapat memicu kambuhnya penyakit asma. Makanan dan minuman yang terlihat menyehatkan justru berdampak buruk bagi Anda yang mengidap penyakit asma. Bagi penderita asma disarankan agar tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan yang berlemak jenuh tinggi seperti daging sapi dan ayam, dan jeroan, jenis-jenis makanan asin, semua jenis acar.

Tidak disarankan terlalu banyak mengonsumsi acar, karena acar yang telah melewati proses fermentasi biasanya mengandung zat sulfit yang mampu memicu kambuhnya asma termasuk sesak nafas setelah makan, minuman seperti susu tidak boleh terlalu banyak dikonsumsi, serta alkohol sangat tidak disarankan dikonsumsi.

4. Polusi Udara

Lingkungan udara yang tercemar atau polusi udara juga dapat menyebabkan kambuhnya asma. Polusi udara dapat berupa asap rokok, kendaraan bermotor, senyawa dalam produk dekorasi rumah dan semprotan seperti hair spray.


5. Cuaca

Perubahan suhu udara yang cukup ekstrem terutama pada udara dingin dan lembab menjadi salah satu faktor kambuhnya asma. Temperatur rendah dan udara dingin akan mempersempit saluran pernapasan sehingga udara akan sulit untuk keluar masuk.

6. Emosi Yang Berlebihan (Stres)

Hati-hati jika Anda menyimpan beban pikiran tentang masalah rumah tangga, pekerjaan, sekolah atau apapun hingga mengalami stres, sebab stres juga dapat memicu kambuhnya asma. Anda bisa melakukan olahraga sebagai alternatif pelupa beban pikiran, tapi olahraga yang terlalu berat juga bisa menyebabkan asma kambuh. Jadi berolahragalah yang ringan misalnya senam atau lari-lari kecil hingga 20 menit atau lebih dan jangan terlalu kelelahan.

Gejala dan Ciri-Ciri Asma


Gejala dan Ciri-Ciri Asma

1. Sulit Bernafas

Gejala yang paling banyak dialami oleh penderita asma adalah sulitnya untuk bernafas. Dengan gejala sulitnya bernafas, hal ini membuat penderita menjadi sesak nafas sehingga mengalami mengap-mengap dan menimbulkan suara "ngik-ngik" saat bernafas.

2. Sakit di Bagian Dada

Peradangan dan penyempitan pada saluran pernapasan akan menimbulkan keluhan sakit di bagian dada.

3. Susah Tidur atau Insomnia

Karena adanya gangguan pada pernapasan, para penderita penyakit asma akan kesulitan dalam hal tidur. Dengan kesulitan tidur ini akan mengakibatkan juga para penderitanya lesu, lemas, dan tidak semangat keesokan harinya.

4. Gugup dan Tegang

Karena adanya permasalahan di bagian pernapasan dan rasa sakit di bagian dada, hal ini dapat memicu rasa gugup dan tegang pada penderitanya, sehingga para penderita akan merasa tidak nyaman saat beraktivitas terutama ketika asma mulai menyerang.

5. Mual dan Muntah

Tidak jarang juga para penderia asma mengalami mual dan muntah. Hal ini karena adanya tekanan di dalam dada yang juga mengakibatkan adanya tekanan di bagian lambung sehingga memicu naiknya asam lambung.

Cara Mengobati Asma


Dalam pengobatan asma ada beberapa metode, yaitu metode tradisional dan metode medis. Metode tradisional sendiri adalah metode penyembuhan asma dengan cara tradisional dengan obat-obatan herbal tanpa melibatkan obat-obatan kimia, sedangkan metode medis adalah metode penyembuhan dengan obat-obatan dari dokter dengan resep sesuai dokter pula. Berikut cara pengobatan asma baik secara metode tradisional maupun medis.

Cara Mengobati Asma Dalam Metode Tradisional


Obat-Obatan Herbal Untuk Sakit Asma

1. Madu

Madu sangat baik untuk membantu mengencerkan lendir yang menghambat saluran pernapasan. Anda dapat mengonsumsinya dengan mencampurkan madu ke segelas air putih hangat kuku. Tuangkan madu 2-3 sendok makan ke dalam air hangat kuku tersebut, kemudian aduk dan dapat segera diminum. Perlu diketahui bahwa penggunaan air sangat berpengaruh dalam madu, penggunaan air hangat kuku adalah hal yang tepat. Karena jika menggunakan air yang panas maka akan merusak nutrisi yang terkandung dalam madu tersebut, dan untuk penggunaan air dingin juga tidak dianjurkan karena bisa memperburuk kondisi pernapasan.

2. Jahe

Jahe tak hanya terkenal sebagai penghangat badan, namun juga dikategorikan sebagai salah satu obat asma tradisional yang paling ampuh. Jahe sendiri dapat membantu mengatasi peradangan pada penderita asma. Dalam penggunaannya, jahe dapat ditambahkan dalam campuran madu. Jahe dapat ditumbuk halus atau dipotong-potong. Kombinasi antara jahe dan madu ini merupakan kombinasi yang baik karena dapat mempercepat mengatasi sakit asma Anda.


3. Bunga Kenanga Kering

Bunga kenanga kering dipercaya sebagai salah satu obat asma alami. Bunga kenanga kering dimanfaatkan dengan cara dibuat ramuan. Caranya, sediakan tiga kuntum bunga kenanga kering, kemudian rebus bunga dengan 200 cc air hingga mendidih, tunggu beberapa menit dan ramuan segera bisa diminum, minum ramuan selagi hangat.

4. Bawang Putih dan Bawang Bombay

Bawang putih dapat dikonsumsi menjadi obat alami dengan cara dibuat ramuan. Dengan dua siung bawang putih saja Anda sudah bisa membuat ramuan bawang putih. Sedangkan untuk bawang bombay, Anda dapat langsung mengonsumsi bawang bombay mentah untuk mengobati asma. Zat anti-inflamasi pada bawang bombay dapat mengurangi peradangan pada saluran pernapasan.


5. Akupunktur

Akupunktur adalah salah satu jenis pengobatan terapi kuno yang berasal dari China, terapi ini menggunakan jarum sebagai medianya. Dalam menyembuhkan asma, akupunktur akan mencari titik-titik tubuh yang berhubungan dengan rongga pernapasan dan diterapi dengan jarum. Beberapa pengidap penyakit asma bisa sembuh dengan akupunktur ini, namun sejatinya akupunktur harus dilakukan secara rutin.

Cara Mengobati Asma Dalam Metode Medis


Cara Mengobati Asma Dalam Metode Medis

1. Inhaler

Salah satu cara mengobati asma kambuh adalah dengan obat medis yang pertama yaitu inhaler. Ini adalah obat dengan cara dihirup, cara obat ini bekerja adalah dengan mengirimkan obat asma dalam inhaler itu dengan menyemprotkannya sehingga obat masuk ke dalam saluran pernapasan. Inhaler merupakan obat yang paling dicari oleh penderita asma. Hal itu dikarenakan obat ini praktis dan bisa dibawa kemana saja dan juga obat ini terbukti efektif karena obat ini langsung mengirimkan obatnya ke paru-paru lewat saluran pernapasan.

2. Spacer

Spacer adalah wadah yang terbuat dari plastik atau logam. Spacer dilengkapi dengan corong hisap pada salah satu bagiannya, spacer juga memiliki lubang pada salah satu ujung yang lainnya. Lubang inilah yang nantinya akan dipasangkan inhaler. Ketika bagian inhaler dipencet maka obat itu akan masuk ke bagian spacer dan bisa dihirup melalui bagian spacer itu sendiri. Penggunaan spacer bisa membuat obat lebih higienis dan lebih aman dibandingkan dengan langsung menghirupnya dari inhaler.

3. Steroid Oral

Untuk asma yang sudah kronis atau sering kambuh setiap hari, bisa diatasi menggunakan obat steroid oral. Anda bisa menggunakan obat itu berturut-turut selama dua minggu lamanya. Jika selama dua minggu itu asma sudah mulai mereda, penderita asma bisa kembali menggunakan obat asma sebelumnya.

4. Omalizumab

Obat baru yang bisa digunakan untuk mengatasi asma adalah omalizumab. Obat ini dikenal juga sebagai xolair. Obat ini pada umumnya diperuntukkan bagi penderita asma yang membutuhkan penanganan yang gawat darurat. Obat ini diberikan oleh dokter spesialis asma dan cara pemakaiannya pun berbeda, obat akan disuntikkan bukan dengan cara oral. Cara kerja obat ini adalah dengan mengikat salah satu protein yang terlibat dalam proses imun di dalam tubuh manusia. Protein yang memiliki kaitan dengan respons imun akan dikurangi dalam darah dengan begitu peluang terjadinya peradangan akan semakin kecil.

Asma : Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Asma

Pengertian


Asma yang diambil dari bahasa Yunani "asthma" yang berarti "sulit bernafas" merupakan jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan disertai sesak atau sulit bernapas. Penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk dan mengi.

Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda ataupun tua. Saluran pernapasan orang yang mengidap asma lebih sensitif dibandingkan dengan orang yang tidak mengidap asma. Ketika paru-paru teriritasi maka otot-otot saluran pernapasan penderita asma akan menjadi kaku dan membuat saluran tersebut menyempit. Selain itu juga akan terjadi peningkatan produksi dahak yang menjadikan bernapas makin sulit untuk dilakukan.

Asma juga bisa menyerang anak, tentunya asma yang kambuh dapat mengganggu waktu bermain, belajar, tidur dan kegiatan lainnya. Membuat si kecil menjadi tidak nyaman dan aktivitasnya sering terganggu. Penyebab dan gejala asma pada anak kurang lebih sama seperti penderita asma yang lainnya, namun cara mengobati tentunya berbeda dengan orang dewasa. Sebagai orang tua setidaknya harus selalu terus memantau kondisi dan perkembangan pada anak, harus siap siaga jikalau asma anak kambuh.

Tahukah Anda ?


Asma menjadi penyakit 5 penyakit terbesar yang menyumbang kematian di dunia karena prevalensinya mencapai 17,4%. Menurut data dari WHO pada tahun 2010, menunjukkan sebanyak 300 juta orang di dunia mengidap penyakit asma dan 225 ribu orang meninggal karena asma. Jumlah ini diprediksi meningkat hingga 400 juta orang pada tahun 2025.

Kementrian Kesehatan RI melaporkan bahwa di tahun 2013, jumlah pasien asma di Indonesia mencapai 4,5% dari total jumlah penduduk. Provinsi Sulawesi Tengah menduduki peringkat penderita asma terbanyak sebanyak 7,8% dari total penduduk di daerah tersebut.
Indonesia menempati urutan ke-19 dunia perihal kematian akibat asma, hal ini dikarenakan pada tahun 2014 angka kematian akibat asma di Indonesia melonjak naik hingga 24.773 orang atau sekitar 1,77% dari total jumlah kematian penduduk.

Penyebab Sakit Asma


Penyebab dan Gejala Asma

1. Faktor Genetik

Salah satu faktor yang paling banyak menjadi penyebab penyakit asma ialah faktor genetik atau faktor turunan atau bawaan. Faktor genetik atau turunan ini diturunkan oleh generasi sebelumnya seperti buyut, kakek nenek maupun orang tua. Gejala-gejala asma yang diderita oleh pengidap asma dari faktor genetik biasanya tidak jauh berbeda dengan generasi sebelumnya.

2. Lingkungan

Lingkungan juga mempunyai andil yang besar dalam penyebab penyakit asma, jika memiliki penyakit ini dan sering berada dalam lingkungan yang berdebu, kotor dan kurang nyaman maka penyakit asma tersebut lebih mudah terpicu dan kambuh. Sehingga bagi Anda yang mengidap asma seharusnya lebih memperhatikan lingkungan sekitar Anda.

3. Makanan dan Minuman

Makanan dan minuman sembarangan atau terlalu banyak juga dapat memicu kambuhnya penyakit asma. Makanan dan minuman yang terlihat menyehatkan justru berdampak buruk bagi Anda yang mengidap penyakit asma. Bagi penderita asma disarankan agar tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan yang berlemak jenuh tinggi seperti daging sapi dan ayam, dan jeroan, jenis-jenis makanan asin, semua jenis acar.

Tidak disarankan terlalu banyak mengonsumsi acar, karena acar yang telah melewati proses fermentasi biasanya mengandung zat sulfit yang mampu memicu kambuhnya asma termasuk sesak nafas setelah makan, minuman seperti susu tidak boleh terlalu banyak dikonsumsi, serta alkohol sangat tidak disarankan dikonsumsi.

4. Polusi Udara

Lingkungan udara yang tercemar atau polusi udara juga dapat menyebabkan kambuhnya asma. Polusi udara dapat berupa asap rokok, kendaraan bermotor, senyawa dalam produk dekorasi rumah dan semprotan seperti hair spray.


5. Cuaca

Perubahan suhu udara yang cukup ekstrem terutama pada udara dingin dan lembab menjadi salah satu faktor kambuhnya asma. Temperatur rendah dan udara dingin akan mempersempit saluran pernapasan sehingga udara akan sulit untuk keluar masuk.

6. Emosi Yang Berlebihan (Stres)

Hati-hati jika Anda menyimpan beban pikiran tentang masalah rumah tangga, pekerjaan, sekolah atau apapun hingga mengalami stres, sebab stres juga dapat memicu kambuhnya asma. Anda bisa melakukan olahraga sebagai alternatif pelupa beban pikiran, tapi olahraga yang terlalu berat juga bisa menyebabkan asma kambuh. Jadi berolahragalah yang ringan misalnya senam atau lari-lari kecil hingga 20 menit atau lebih dan jangan terlalu kelelahan.

Gejala dan Ciri-Ciri Asma


Gejala dan Ciri-Ciri Asma

1. Sulit Bernafas

Gejala yang paling banyak dialami oleh penderita asma adalah sulitnya untuk bernafas. Dengan gejala sulitnya bernafas, hal ini membuat penderita menjadi sesak nafas sehingga mengalami mengap-mengap dan menimbulkan suara "ngik-ngik" saat bernafas.

2. Sakit di Bagian Dada

Peradangan dan penyempitan pada saluran pernapasan akan menimbulkan keluhan sakit di bagian dada.

3. Susah Tidur atau Insomnia

Karena adanya gangguan pada pernapasan, para penderita penyakit asma akan kesulitan dalam hal tidur. Dengan kesulitan tidur ini akan mengakibatkan juga para penderitanya lesu, lemas, dan tidak semangat keesokan harinya.

4. Gugup dan Tegang

Karena adanya permasalahan di bagian pernapasan dan rasa sakit di bagian dada, hal ini dapat memicu rasa gugup dan tegang pada penderitanya, sehingga para penderita akan merasa tidak nyaman saat beraktivitas terutama ketika asma mulai menyerang.

5. Mual dan Muntah

Tidak jarang juga para penderia asma mengalami mual dan muntah. Hal ini karena adanya tekanan di dalam dada yang juga mengakibatkan adanya tekanan di bagian lambung sehingga memicu naiknya asam lambung.

Cara Mengobati Asma


Dalam pengobatan asma ada beberapa metode, yaitu metode tradisional dan metode medis. Metode tradisional sendiri adalah metode penyembuhan asma dengan cara tradisional dengan obat-obatan herbal tanpa melibatkan obat-obatan kimia, sedangkan metode medis adalah metode penyembuhan dengan obat-obatan dari dokter dengan resep sesuai dokter pula. Berikut cara pengobatan asma baik secara metode tradisional maupun medis.

Cara Mengobati Asma Dalam Metode Tradisional


Obat-Obatan Herbal Untuk Sakit Asma

1. Madu

Madu sangat baik untuk membantu mengencerkan lendir yang menghambat saluran pernapasan. Anda dapat mengonsumsinya dengan mencampurkan madu ke segelas air putih hangat kuku. Tuangkan madu 2-3 sendok makan ke dalam air hangat kuku tersebut, kemudian aduk dan dapat segera diminum. Perlu diketahui bahwa penggunaan air sangat berpengaruh dalam madu, penggunaan air hangat kuku adalah hal yang tepat. Karena jika menggunakan air yang panas maka akan merusak nutrisi yang terkandung dalam madu tersebut, dan untuk penggunaan air dingin juga tidak dianjurkan karena bisa memperburuk kondisi pernapasan.

2. Jahe

Jahe tak hanya terkenal sebagai penghangat badan, namun juga dikategorikan sebagai salah satu obat asma tradisional yang paling ampuh. Jahe sendiri dapat membantu mengatasi peradangan pada penderita asma. Dalam penggunaannya, jahe dapat ditambahkan dalam campuran madu. Jahe dapat ditumbuk halus atau dipotong-potong. Kombinasi antara jahe dan madu ini merupakan kombinasi yang baik karena dapat mempercepat mengatasi sakit asma Anda.


3. Bunga Kenanga Kering

Bunga kenanga kering dipercaya sebagai salah satu obat asma alami. Bunga kenanga kering dimanfaatkan dengan cara dibuat ramuan. Caranya, sediakan tiga kuntum bunga kenanga kering, kemudian rebus bunga dengan 200 cc air hingga mendidih, tunggu beberapa menit dan ramuan segera bisa diminum, minum ramuan selagi hangat.

4. Bawang Putih dan Bawang Bombay

Bawang putih dapat dikonsumsi menjadi obat alami dengan cara dibuat ramuan. Dengan dua siung bawang putih saja Anda sudah bisa membuat ramuan bawang putih. Sedangkan untuk bawang bombay, Anda dapat langsung mengonsumsi bawang bombay mentah untuk mengobati asma. Zat anti-inflamasi pada bawang bombay dapat mengurangi peradangan pada saluran pernapasan.


5. Akupunktur

Akupunktur adalah salah satu jenis pengobatan terapi kuno yang berasal dari China, terapi ini menggunakan jarum sebagai medianya. Dalam menyembuhkan asma, akupunktur akan mencari titik-titik tubuh yang berhubungan dengan rongga pernapasan dan diterapi dengan jarum. Beberapa pengidap penyakit asma bisa sembuh dengan akupunktur ini, namun sejatinya akupunktur harus dilakukan secara rutin.

Cara Mengobati Asma Dalam Metode Medis


Cara Mengobati Asma Dalam Metode Medis

1. Inhaler

Salah satu cara mengobati asma kambuh adalah dengan obat medis yang pertama yaitu inhaler. Ini adalah obat dengan cara dihirup, cara obat ini bekerja adalah dengan mengirimkan obat asma dalam inhaler itu dengan menyemprotkannya sehingga obat masuk ke dalam saluran pernapasan. Inhaler merupakan obat yang paling dicari oleh penderita asma. Hal itu dikarenakan obat ini praktis dan bisa dibawa kemana saja dan juga obat ini terbukti efektif karena obat ini langsung mengirimkan obatnya ke paru-paru lewat saluran pernapasan.

2. Spacer

Spacer adalah wadah yang terbuat dari plastik atau logam. Spacer dilengkapi dengan corong hisap pada salah satu bagiannya, spacer juga memiliki lubang pada salah satu ujung yang lainnya. Lubang inilah yang nantinya akan dipasangkan inhaler. Ketika bagian inhaler dipencet maka obat itu akan masuk ke bagian spacer dan bisa dihirup melalui bagian spacer itu sendiri. Penggunaan spacer bisa membuat obat lebih higienis dan lebih aman dibandingkan dengan langsung menghirupnya dari inhaler.

3. Steroid Oral

Untuk asma yang sudah kronis atau sering kambuh setiap hari, bisa diatasi menggunakan obat steroid oral. Anda bisa menggunakan obat itu berturut-turut selama dua minggu lamanya. Jika selama dua minggu itu asma sudah mulai mereda, penderita asma bisa kembali menggunakan obat asma sebelumnya.

4. Omalizumab

Obat baru yang bisa digunakan untuk mengatasi asma adalah omalizumab. Obat ini dikenal juga sebagai xolair. Obat ini pada umumnya diperuntukkan bagi penderita asma yang membutuhkan penanganan yang gawat darurat. Obat ini diberikan oleh dokter spesialis asma dan cara pemakaiannya pun berbeda, obat akan disuntikkan bukan dengan cara oral. Cara kerja obat ini adalah dengan mengikat salah satu protein yang terlibat dalam proses imun di dalam tubuh manusia. Protein yang memiliki kaitan dengan respons imun akan dikurangi dalam darah dengan begitu peluang terjadinya peradangan akan semakin kecil.

Disqus Codes
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>
  • To write a underline letter please use <u></u>
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parser Box

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

Subscribe Our Newsletter