12 Cara Ampuh Memperbanyak dan Memperlancar ASI Dengan Cepat, Mudah, dan Alami - Lights Pedia

    Social Items

Your Ads Here
Cara Ampuh Memperbanyak dan Memperlancar ASI (Air Susu Ibu) Dengan Cepat, Mudah, dan Alami
Momen yang paling ditunggu seorang wanita dalam hidupnya adalah melahirkan, mempunyai anak, dan menjadi seorang ibu. Dengan hadirnya si kecil ditengah keluarga menjadi saat-saat yang membahagiakan, apalagi melihat tumbuh kembang si bayi menuju anak-anak, remaja, dan hingga dewasa.

Dengan bayi yang baru lahir, tentunya menjadi kewajiban Ibu untuk memperhatikan nutrisi sebagai penunjang tumbuh kembang sang bayi. ASI (Air Susu Ibu) adalah nutrisi atau makanan dan minuman utama bayi. Apalagi 6 bulan pertama setelah kelahiran, bayi pun harus di beri ASI eksklusif tanpa minuman dan makanan yang lainnya. Selain diharuskan, menurut WHO (World Health Organization) bayi yang diberikan ASI eksklusif memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami penyakit yang disebabkan oleh infeksi, seperti pneumonia dan diare, serta mengurangi risiko obesitas pada bayi.

Tahap-tahap menyusui adalah tahap yang penting bagi perkembangan si bayi, akan tetapi masih banyak sekali ibu yang memiliki masalah dengan pemberian ASI. Masalah yang sering muncul yaitu seperti kurangnya produksi ASI yang terkadang ada ibu yang sama sekali tidak keluar ASI nya, dan ada juga yang kurang lancar ASI nya saat proses menyusui.

Semua ibu pastinya sangat mendambakan ASI yang lancar untuk buah hatinya, banyak pula yang ingin mencari solusi cara memperbanyak dan memperlancar asi. Namun ada beberapa penyebab ASI tidak lancar dan keluar, salah satunya adalah gaya hidup. Gaya hidup ibu yang tidak sehat, juga akan berdampak dan mempengaruhi produksi ASI. Nah berikut cara-cara dan tips memperbanyak dan memperlancar ASI untuk ibu menyusui.

1. Istirahat Yang Cukup

Istirahat sangat penting untuk menjaga kestabilan produksi ASI. Cukupi kebutuhan tidur (7-8 jam) dan atur jadwal tidur Anda sedemikian rupa. Misalkan bayi sedang tidur, Anda dianjurkan untuk tidur juga. Beristirahat pun bisa dilakukan sambil bersantai dan menghabiskan waktu bersama bayi atau mengurangi kegiatan di luar rumah.

2. Perhatikan Asupan Nutrisi

Selama dalam proses pemberian ASI, sang ibu harus memperhatikan baik-baik asupan nutrisi yang hendak dikonsumsi. Pasalnya ibu menyusui memerlukan tambahan 300-500 kalori setiap hari sehingga jangan perhatikan makanan dari kuantitasnya saja, tapi juga kualitasnya yang baik. Ada jenis-jenis makanan yang bisa memperbanyak ASI, misalnya seperti daun katuk, sayuran dari segala jenis, buah-buahan, salmon, beras merah, gandum, kacang-kacangan, dan berbagai biji-bijian. Makanan tersebut akan merangsang produksi ASI secara alami, sehingga sebisa mungkin harus banyak dikonsumsi.

3. Mencukupi Kebutuhan Cairan Tubuh

Kekurangan air atau cairan dapat menyebabkan dehidrasi dan membuat tubuh menjadi lemas. Air putih merupakan sumber cairan utama yang paling baik sebagai pemenuhan kebutuhan cairan Anda sehari-hari. Kebutuhan cairan yang selalu terpenuhi memiliki efek positif terhadap ASI, yaitu membantu ASI agar terus diproduksi secara teratur. Namun tak hanya air putih, minum jus baik berbahan dasar buah dan sayur juga baik untuk ASI. Hindari minuman bersoda, energi, kafein, dan yang mengandung bahan-bahan kimia.

4. Mengelola Stres

Selama masa menyusui, usahakan agar Anda terhindar dari stres. Stres sangat berpengaruh terhadap ASI, dan diduga dapat menghambat proses keluarnya ASI. Cara terhindar dari stres, cobala Anda untuk selalu berpikir positif dalam menghadapi kondisi apapun. Jangan simpan beban pikiran atau masalah Anda, namun Anda bisa menyalurkan hal tersebut kepada pasangan agar beban atau masalah yang Anda rasakan dapat berkurang. Anda juga bisa menenangkan hati dan pikiran dengan cara mendekatkan diri kepada sang pencipta dengan beribadah.

5. Merawat Kesehatan Payudara

Payudara merupakan sentral produksi dan media dalam penyaluran ASI. Payudara yang sehat mampu memproduksi dan menyalurkan ASI dengan baik, sedangkan yang tidak sehat tidak dapat memproduksi dan menyalurkan ASI dengan kurang baik. Apalagi payudara rentan terkena penyakit seperti kanker payudara, oleh sebab itu rawat dan jagalah kesehatan payudara Anda.

6. Meningkatkan Frekuensi Menyusui

Payudara akan memproduksi ASI nya sesuai kebutuhan bayi. Sehingga, semakin bertambah produksi ASI apabila semakin sering juga si bayi diberikan ASI. Hal ini terjadi karena adanya hormon prolaktin yang bekerja merangsang produksi ASI. Oleh karena itu, cara terbaik dalam meningkatkan produksi ASI adalah selalu menyusui bayi. Anda bisa memberikan ASI setiap 2-3 jam terlebih pada bayi baru lahir, karena bayi yang baru lahir biasanya minum ASI sebanyak 8-12 kali dalam sehari.

7. Hindari Penggunaan Dot dan Botol

Selama 6 bulan pertama bayi lahir, bayi harus di kasih ASI eksklusif sebagai sumber utama nutrisinya. Sebisa mungkin hindari penggunaan dot atau botol dalam memberikan ASI, karena bayi akan mengalami kebingungan manakah yang merupakan puting ibu. Bahkan aliran dari botol atau dot lebih mudah keluar, lancar, dan juga kencang, bisa-bisa bayi akan menolak diberi ASI secara langsung oleh ibu.

8. Mencoba Posisi Menyusui Yang Paling Tepat

Kesalahan para ibu saat menyusui adalah dalam posisi menyusui. Kebanyakan dalam proses pemberian ASI mulut bayi menghisap hanya meliputi ujung puting, padahal seharusnya meliputi ujung puting hingga pakal areola (bagian berwarna gelap di sekitar pangkal puting). Dengan posisi menyusui yang tidak tepat ini seringkali menyebabkan lecetnya puting susu, dan juga bayi tidak akan mendapatkan cukup susu, serta produksi ASI tersebut tidak dirangsang sebagaimana mestinya.

9. Skin to Skin Nurse

Ketika menyusui ada suatu metode untuk mempererat ikatan emosional pada ibu dan bayi. Skin to Skin Nurse adalah metode dimana saat menyusui kulit bayi bersentuhan langsung dengan kulit ibu tanpa sehelai kain yang menghalangi, baik itu itu kaos maupun bra, sedangkan bayi hanya menggunakan popok. Metode ini bermanfaat tak hanya bisa meningkatkan produksi ASI, namun juga bisa meningkatkan ikatan batin atau emosional antara ibu dengan bayi.

10. Memijat dan Memompa Payudara

Ada kalanya aliran ASI mulai melamban dan tidak lancar, hal ini bisa membuat ASI menggumpal di dalam payudara ibu. Oleh sebab itu untuk memecah gumpalan dan membuka penyumbatan ASI di dalam payudara diperlukanlah sebuah pemijatan. Sebelum melakukan pemijatan, kompreslah terlebih dahulu payudara dengan air hangat. Kemudian lakukanlah pemijatan payudara dengan benar, seperti memijat dengan arah melingkar mengikuti bentuk payudara hingga 5-6 kali putaran.

Kemudian untuk menjaga payudara agar selalu terangsang untuk memproduksi ASI adalah dengan cara memompanya. Gunakanlah pompa ASI, pompa masing-masing payudara secara konsisten dan berkala di antara waktu menyusui setidaknya dalam kurun waktu 10 menit akan merangsang produksi ASI. Ada fakta unik yang perlu Anda ketahui bahwa pada pukul 2-5 pagi, produksi ASI cenderung meningkat, sehingga memompa payudara selama periode di jam-jam berikut sangat dianjurkan jika itu memungkinkan.

11. Olahraga Secara Rutin

Berolahraga tidak memiliki efek apapun secara langsung terhadap ASI, akan tetapi merupakan sebuah tindakan preventif dan sehat untuk kesehatan sang ibu. Berolahraga sangat baik untuk ibu menyusui karena bertujuan meningkatkan kebugaran dan kesehatan jantung, menjaga berat badan, meningkatkan kekuatan tulang dan otot, dan yang terakhir yang paling penting untuk ASI yaitu menjaga kesehatan mental, mengurangi stress, dan mencegah depresi.

Adapun olahraga yang bisa diterapkan yaitu senam, yoga, jogging, bersepeda, bahkan berenang. Olahraga adalah salah satu media yang baik bagi ibu untuk mengurangi stress dan mencegah depresi, karena stres dan depresi berpengaruh besar pada proses produksi dan kelancaran ASI saat menyusui.

12. Suplemen Penambah ASI

Bagi Anda yang produksi ASI nya masih sedikit, bisa mencoba untuk mengonsumsi suplemen dan obat-obatan yang bisa merangsang produksi ASI. Namun, tetap konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau bidan mengenai suplemen penambah ASI mana yang baik, cocok, dan aman untuk Anda konsumsi.

12 Cara Ampuh Memperbanyak dan Memperlancar ASI Dengan Cepat, Mudah, dan Alami

Cara Ampuh Memperbanyak dan Memperlancar ASI (Air Susu Ibu) Dengan Cepat, Mudah, dan Alami
Momen yang paling ditunggu seorang wanita dalam hidupnya adalah melahirkan, mempunyai anak, dan menjadi seorang ibu. Dengan hadirnya si kecil ditengah keluarga menjadi saat-saat yang membahagiakan, apalagi melihat tumbuh kembang si bayi menuju anak-anak, remaja, dan hingga dewasa.

Dengan bayi yang baru lahir, tentunya menjadi kewajiban Ibu untuk memperhatikan nutrisi sebagai penunjang tumbuh kembang sang bayi. ASI (Air Susu Ibu) adalah nutrisi atau makanan dan minuman utama bayi. Apalagi 6 bulan pertama setelah kelahiran, bayi pun harus di beri ASI eksklusif tanpa minuman dan makanan yang lainnya. Selain diharuskan, menurut WHO (World Health Organization) bayi yang diberikan ASI eksklusif memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami penyakit yang disebabkan oleh infeksi, seperti pneumonia dan diare, serta mengurangi risiko obesitas pada bayi.

Tahap-tahap menyusui adalah tahap yang penting bagi perkembangan si bayi, akan tetapi masih banyak sekali ibu yang memiliki masalah dengan pemberian ASI. Masalah yang sering muncul yaitu seperti kurangnya produksi ASI yang terkadang ada ibu yang sama sekali tidak keluar ASI nya, dan ada juga yang kurang lancar ASI nya saat proses menyusui.

Semua ibu pastinya sangat mendambakan ASI yang lancar untuk buah hatinya, banyak pula yang ingin mencari solusi cara memperbanyak dan memperlancar asi. Namun ada beberapa penyebab ASI tidak lancar dan keluar, salah satunya adalah gaya hidup. Gaya hidup ibu yang tidak sehat, juga akan berdampak dan mempengaruhi produksi ASI. Nah berikut cara-cara dan tips memperbanyak dan memperlancar ASI untuk ibu menyusui.

1. Istirahat Yang Cukup

Istirahat sangat penting untuk menjaga kestabilan produksi ASI. Cukupi kebutuhan tidur (7-8 jam) dan atur jadwal tidur Anda sedemikian rupa. Misalkan bayi sedang tidur, Anda dianjurkan untuk tidur juga. Beristirahat pun bisa dilakukan sambil bersantai dan menghabiskan waktu bersama bayi atau mengurangi kegiatan di luar rumah.

2. Perhatikan Asupan Nutrisi

Selama dalam proses pemberian ASI, sang ibu harus memperhatikan baik-baik asupan nutrisi yang hendak dikonsumsi. Pasalnya ibu menyusui memerlukan tambahan 300-500 kalori setiap hari sehingga jangan perhatikan makanan dari kuantitasnya saja, tapi juga kualitasnya yang baik. Ada jenis-jenis makanan yang bisa memperbanyak ASI, misalnya seperti daun katuk, sayuran dari segala jenis, buah-buahan, salmon, beras merah, gandum, kacang-kacangan, dan berbagai biji-bijian. Makanan tersebut akan merangsang produksi ASI secara alami, sehingga sebisa mungkin harus banyak dikonsumsi.

3. Mencukupi Kebutuhan Cairan Tubuh

Kekurangan air atau cairan dapat menyebabkan dehidrasi dan membuat tubuh menjadi lemas. Air putih merupakan sumber cairan utama yang paling baik sebagai pemenuhan kebutuhan cairan Anda sehari-hari. Kebutuhan cairan yang selalu terpenuhi memiliki efek positif terhadap ASI, yaitu membantu ASI agar terus diproduksi secara teratur. Namun tak hanya air putih, minum jus baik berbahan dasar buah dan sayur juga baik untuk ASI. Hindari minuman bersoda, energi, kafein, dan yang mengandung bahan-bahan kimia.

4. Mengelola Stres

Selama masa menyusui, usahakan agar Anda terhindar dari stres. Stres sangat berpengaruh terhadap ASI, dan diduga dapat menghambat proses keluarnya ASI. Cara terhindar dari stres, cobala Anda untuk selalu berpikir positif dalam menghadapi kondisi apapun. Jangan simpan beban pikiran atau masalah Anda, namun Anda bisa menyalurkan hal tersebut kepada pasangan agar beban atau masalah yang Anda rasakan dapat berkurang. Anda juga bisa menenangkan hati dan pikiran dengan cara mendekatkan diri kepada sang pencipta dengan beribadah.

5. Merawat Kesehatan Payudara

Payudara merupakan sentral produksi dan media dalam penyaluran ASI. Payudara yang sehat mampu memproduksi dan menyalurkan ASI dengan baik, sedangkan yang tidak sehat tidak dapat memproduksi dan menyalurkan ASI dengan kurang baik. Apalagi payudara rentan terkena penyakit seperti kanker payudara, oleh sebab itu rawat dan jagalah kesehatan payudara Anda.

6. Meningkatkan Frekuensi Menyusui

Payudara akan memproduksi ASI nya sesuai kebutuhan bayi. Sehingga, semakin bertambah produksi ASI apabila semakin sering juga si bayi diberikan ASI. Hal ini terjadi karena adanya hormon prolaktin yang bekerja merangsang produksi ASI. Oleh karena itu, cara terbaik dalam meningkatkan produksi ASI adalah selalu menyusui bayi. Anda bisa memberikan ASI setiap 2-3 jam terlebih pada bayi baru lahir, karena bayi yang baru lahir biasanya minum ASI sebanyak 8-12 kali dalam sehari.

7. Hindari Penggunaan Dot dan Botol

Selama 6 bulan pertama bayi lahir, bayi harus di kasih ASI eksklusif sebagai sumber utama nutrisinya. Sebisa mungkin hindari penggunaan dot atau botol dalam memberikan ASI, karena bayi akan mengalami kebingungan manakah yang merupakan puting ibu. Bahkan aliran dari botol atau dot lebih mudah keluar, lancar, dan juga kencang, bisa-bisa bayi akan menolak diberi ASI secara langsung oleh ibu.

8. Mencoba Posisi Menyusui Yang Paling Tepat

Kesalahan para ibu saat menyusui adalah dalam posisi menyusui. Kebanyakan dalam proses pemberian ASI mulut bayi menghisap hanya meliputi ujung puting, padahal seharusnya meliputi ujung puting hingga pakal areola (bagian berwarna gelap di sekitar pangkal puting). Dengan posisi menyusui yang tidak tepat ini seringkali menyebabkan lecetnya puting susu, dan juga bayi tidak akan mendapatkan cukup susu, serta produksi ASI tersebut tidak dirangsang sebagaimana mestinya.

9. Skin to Skin Nurse

Ketika menyusui ada suatu metode untuk mempererat ikatan emosional pada ibu dan bayi. Skin to Skin Nurse adalah metode dimana saat menyusui kulit bayi bersentuhan langsung dengan kulit ibu tanpa sehelai kain yang menghalangi, baik itu itu kaos maupun bra, sedangkan bayi hanya menggunakan popok. Metode ini bermanfaat tak hanya bisa meningkatkan produksi ASI, namun juga bisa meningkatkan ikatan batin atau emosional antara ibu dengan bayi.

10. Memijat dan Memompa Payudara

Ada kalanya aliran ASI mulai melamban dan tidak lancar, hal ini bisa membuat ASI menggumpal di dalam payudara ibu. Oleh sebab itu untuk memecah gumpalan dan membuka penyumbatan ASI di dalam payudara diperlukanlah sebuah pemijatan. Sebelum melakukan pemijatan, kompreslah terlebih dahulu payudara dengan air hangat. Kemudian lakukanlah pemijatan payudara dengan benar, seperti memijat dengan arah melingkar mengikuti bentuk payudara hingga 5-6 kali putaran.

Kemudian untuk menjaga payudara agar selalu terangsang untuk memproduksi ASI adalah dengan cara memompanya. Gunakanlah pompa ASI, pompa masing-masing payudara secara konsisten dan berkala di antara waktu menyusui setidaknya dalam kurun waktu 10 menit akan merangsang produksi ASI. Ada fakta unik yang perlu Anda ketahui bahwa pada pukul 2-5 pagi, produksi ASI cenderung meningkat, sehingga memompa payudara selama periode di jam-jam berikut sangat dianjurkan jika itu memungkinkan.

11. Olahraga Secara Rutin

Berolahraga tidak memiliki efek apapun secara langsung terhadap ASI, akan tetapi merupakan sebuah tindakan preventif dan sehat untuk kesehatan sang ibu. Berolahraga sangat baik untuk ibu menyusui karena bertujuan meningkatkan kebugaran dan kesehatan jantung, menjaga berat badan, meningkatkan kekuatan tulang dan otot, dan yang terakhir yang paling penting untuk ASI yaitu menjaga kesehatan mental, mengurangi stress, dan mencegah depresi.

Adapun olahraga yang bisa diterapkan yaitu senam, yoga, jogging, bersepeda, bahkan berenang. Olahraga adalah salah satu media yang baik bagi ibu untuk mengurangi stress dan mencegah depresi, karena stres dan depresi berpengaruh besar pada proses produksi dan kelancaran ASI saat menyusui.

12. Suplemen Penambah ASI

Bagi Anda yang produksi ASI nya masih sedikit, bisa mencoba untuk mengonsumsi suplemen dan obat-obatan yang bisa merangsang produksi ASI. Namun, tetap konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau bidan mengenai suplemen penambah ASI mana yang baik, cocok, dan aman untuk Anda konsumsi.

Disqus Codes
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>
  • To write a underline letter please use <u></u>
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parser Box

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

Subscribe Our Newsletter