Rematik : Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati - Lights Pedia

    Social Items

Your Ads Here
Rematik : Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Pengertian


Rematik atau rheumatoid arthritis adalah penyakit di mana adanya peradangan kronis pada bagian sendi-sendi yang mengakibatkan rasa nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi. Umumnya penderita rematik berusia lanjut, namun ada juga yang menyerang anak-anak. Bagian tubuh yang paling sering menjadi tempat gejala rematik, antara lain yaitu tangan, pergelangan tangan, pinggul, lutut, dan kaki. Namun bisa juga menyerang organ-organ penting lainnya seperti mata, paru-paru, jantung, dan ginjal.

Dengan adanya rematik, sangat memungkinkan untuk bisa mempengaruhi kinerja beraktivitas sehari-hari. Misalnya seperti membuka tutup botol, berpakaian, membawa barang, berjalan, membungkuk, ataupun berdiri. Selain menggangu aktivitas sehari-hari, rematik yang terus berkembang juga bisa menyebabkan perubahan bentuk dan kerusakan permanen pada sendi. Akibatnya pergerakan sendi mulai terbatas dan sendi bisa tidak berfungsi lagi.

Jenis-Jenis Rematik


Ada banyak sekali jenis rematik, namun dibawah ini adalah jenis-jenis rematik yang umum terjadi dikalangan masyarakat.

  • Rheumatoid Arthritis,
  • Osteoarthritis,
  • Ankylosing Spondylitis dan,
  • Systemic Lupus Erythematosus.

Penyebab Rematik


Rematik merupakan penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh (sistem imun tubuh) keliru menganggap sel sehat sebagai benda asing dan kemudian menyerangnya. Bisa disimpulkan bahwa rematik disebabkan oleh sistem imun tubuh menyerang sinovial atau lapisan membran yang mengelilingi sendi. Peradangan dan pembengkakan yang terjadi dapat menebalkan sinovial, yang akhirnya merusak tulang rawan dan tulang di dalam sendi.

Ada juga beberapa faktor yang membuat seseorang lebih berisiko terkena rematik, antara lain :

  • Jenis Kelamin
Jenis kelamin wanita dua kali lebih rentan terkena rematik dibandingkan dengan pria. Karena pada perempuan memiliki hormon estrogen dan hormon tersebut merangsang autoimun, sehingga semakin tinggi hormon estrogen semakin tinggi pula risiko terkena rematik.

  • Usia
Pada kategori usia, umumnya rematik menyerang orang-orang yang lanjut usia (lansia), namun ada juga beberapa kasus rematik yang menyerang anak-anak.

  • Riwayat Keluarga
Perlu diketahui bahwa rematik seperti diabetes, yang artinya jika ada riwayat keluarga yang menderita penyakit tersebut maka keturunannya berpotensi mengidap atau mewariskan penyakit tersebut.

Gejala Rematik


Rematik bisa sembuh dan kambuh lagi, begitu juga dengan gejala-gejalanya yang bersifat datang dan pergi yang dialami para penderita rematik. Seseorang yang menderita rematik, pada umumnya akan mengalami gejala sebagai berikut.

  • Nyeri dan bengkak pada sendi,
  • Rasa kaku dan hangat pada sendi,
  • Terasa kebas dan kesemutan,
  • Merasa mudah lelah, menurunnya nafsu makan, dan demam.

Gejala ini berbeda-beda pada setiap orang, namun pada umumnya rasa kaku dan nyeri merupakan hal yang dirasakan oleh semua penderita rematik. Biasanya kekakuan dan nyeri sendi semakin menjadi-jadi pada saat fase bangun tidur dan setelah duduk lama.

Cara Mengobati Rematik


Dalam mengobati rematik bisa menggunakan obat-obatan baik secara medis maupun tradisional, terapi, dan berolahraga sebagai tindak preventif untuk mencegah pelemahan sendi.

Pada pengobatan medis, para dokter biasanya akan memberikan obat DMARD. DMARD (disease-modifying anti-rheumatic drugs) merupakan perawatan tahap awal yang diberikan untuk menghambat atau memperlambat progresivitas rematik, serta mencegah kerusakan permanen pada persendian dan jaringan lainnya.

Kemudian ada obat NSAID seperti ibuprofen. Obat NSAID (non steroidal anti-inflammatory drugs) merupakan obat non-stereoid anti inflamasi yang bisa membantu mengurangi rasa nyeri dan bengkak.

Disamping mengonsumsi obat-obatan, dianjurkan pula berolahraga untuk untuk mengurangi gejala-gejalanya, serta mencegah pelemahan sendi. Sebagai obat tradisional, daun sirsak, ternyata juga mengatasi rematik karena adanya kandungan senyawa seperti alkaloid murisin, fitosterol, dan tanin.

Caranya ialah siapkan beberapa lembar daun sirsak, tumbuk hingga halus dan tambahkan sedikit air, lalu tambahkan minyak kelapa dan minyak kayu putih untuk memberikan rasa hangat. Setelah semua telah tercampur rata, kemudian balurkan tumbukan daun sirsak tadi ke sendi yang terasa bengkak dan nyeri.

Rematik : Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Rematik : Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Pengertian


Rematik atau rheumatoid arthritis adalah penyakit di mana adanya peradangan kronis pada bagian sendi-sendi yang mengakibatkan rasa nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi. Umumnya penderita rematik berusia lanjut, namun ada juga yang menyerang anak-anak. Bagian tubuh yang paling sering menjadi tempat gejala rematik, antara lain yaitu tangan, pergelangan tangan, pinggul, lutut, dan kaki. Namun bisa juga menyerang organ-organ penting lainnya seperti mata, paru-paru, jantung, dan ginjal.

Dengan adanya rematik, sangat memungkinkan untuk bisa mempengaruhi kinerja beraktivitas sehari-hari. Misalnya seperti membuka tutup botol, berpakaian, membawa barang, berjalan, membungkuk, ataupun berdiri. Selain menggangu aktivitas sehari-hari, rematik yang terus berkembang juga bisa menyebabkan perubahan bentuk dan kerusakan permanen pada sendi. Akibatnya pergerakan sendi mulai terbatas dan sendi bisa tidak berfungsi lagi.

Jenis-Jenis Rematik


Ada banyak sekali jenis rematik, namun dibawah ini adalah jenis-jenis rematik yang umum terjadi dikalangan masyarakat.

  • Rheumatoid Arthritis,
  • Osteoarthritis,
  • Ankylosing Spondylitis dan,
  • Systemic Lupus Erythematosus.

Penyebab Rematik


Rematik merupakan penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh (sistem imun tubuh) keliru menganggap sel sehat sebagai benda asing dan kemudian menyerangnya. Bisa disimpulkan bahwa rematik disebabkan oleh sistem imun tubuh menyerang sinovial atau lapisan membran yang mengelilingi sendi. Peradangan dan pembengkakan yang terjadi dapat menebalkan sinovial, yang akhirnya merusak tulang rawan dan tulang di dalam sendi.

Ada juga beberapa faktor yang membuat seseorang lebih berisiko terkena rematik, antara lain :

  • Jenis Kelamin
Jenis kelamin wanita dua kali lebih rentan terkena rematik dibandingkan dengan pria. Karena pada perempuan memiliki hormon estrogen dan hormon tersebut merangsang autoimun, sehingga semakin tinggi hormon estrogen semakin tinggi pula risiko terkena rematik.

  • Usia
Pada kategori usia, umumnya rematik menyerang orang-orang yang lanjut usia (lansia), namun ada juga beberapa kasus rematik yang menyerang anak-anak.

  • Riwayat Keluarga
Perlu diketahui bahwa rematik seperti diabetes, yang artinya jika ada riwayat keluarga yang menderita penyakit tersebut maka keturunannya berpotensi mengidap atau mewariskan penyakit tersebut.

Gejala Rematik


Rematik bisa sembuh dan kambuh lagi, begitu juga dengan gejala-gejalanya yang bersifat datang dan pergi yang dialami para penderita rematik. Seseorang yang menderita rematik, pada umumnya akan mengalami gejala sebagai berikut.

  • Nyeri dan bengkak pada sendi,
  • Rasa kaku dan hangat pada sendi,
  • Terasa kebas dan kesemutan,
  • Merasa mudah lelah, menurunnya nafsu makan, dan demam.

Gejala ini berbeda-beda pada setiap orang, namun pada umumnya rasa kaku dan nyeri merupakan hal yang dirasakan oleh semua penderita rematik. Biasanya kekakuan dan nyeri sendi semakin menjadi-jadi pada saat fase bangun tidur dan setelah duduk lama.

Cara Mengobati Rematik


Dalam mengobati rematik bisa menggunakan obat-obatan baik secara medis maupun tradisional, terapi, dan berolahraga sebagai tindak preventif untuk mencegah pelemahan sendi.

Pada pengobatan medis, para dokter biasanya akan memberikan obat DMARD. DMARD (disease-modifying anti-rheumatic drugs) merupakan perawatan tahap awal yang diberikan untuk menghambat atau memperlambat progresivitas rematik, serta mencegah kerusakan permanen pada persendian dan jaringan lainnya.

Kemudian ada obat NSAID seperti ibuprofen. Obat NSAID (non steroidal anti-inflammatory drugs) merupakan obat non-stereoid anti inflamasi yang bisa membantu mengurangi rasa nyeri dan bengkak.

Disamping mengonsumsi obat-obatan, dianjurkan pula berolahraga untuk untuk mengurangi gejala-gejalanya, serta mencegah pelemahan sendi. Sebagai obat tradisional, daun sirsak, ternyata juga mengatasi rematik karena adanya kandungan senyawa seperti alkaloid murisin, fitosterol, dan tanin.

Caranya ialah siapkan beberapa lembar daun sirsak, tumbuk hingga halus dan tambahkan sedikit air, lalu tambahkan minyak kelapa dan minyak kayu putih untuk memberikan rasa hangat. Setelah semua telah tercampur rata, kemudian balurkan tumbukan daun sirsak tadi ke sendi yang terasa bengkak dan nyeri.

Disqus Codes
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>
  • To write a underline letter please use <u></u>
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parser Box

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

Subscribe Our Newsletter