Jerawat : Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati - Lights Pedia

    Social Items

Your Ads Here
Jerawat : Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Apa Itu Jerawat ?


Jerawat atau yang sering disebut acne/pimple/blotch adalah suatu keadaan dimana kulit mengalami gangguan. Gangguan tersebut terjadi karena adanya sekresi sebum berlebih oleh kelenjar minyak pada kulit yang bercampur dengan sel kulit mati sehingga menyebabkan penyumbatan pada folikel rambut dibawah kulit.

Jerawat paling banyak muncul di area muka, namun bisa juga terjadi di area dada, leher, pundak, daun telinga dan punggung. Ciri-ciri keberadaan jerawat sering ditandai dengan timbulnya komedo baik berwarna hitam maupun putih, kulit berminyak disertai bintik-bintik merah, dan bintik merah membengkak berisi nanah. Adanya jerawat menyebabkan kulit terasa panas dan sakit jika disentuh.

Tahukah Anda ?


Tidak ada satu orangpun di dunia ini yang semasa hidupnya tidak memiliki jerawat. Jerawat juga merupakan permasalahan yang umum yang keberadaannya sudah menjadi hal lumrah di masyarakat. Pada umumnya kehadiran jerawat mulai terjadi pada masa pubertas/akil baliqh, dan menyerang anak laki-laki maupun perempuan. Tanpa pengobatan yang tepat, jerawat bisa meninggalkan flek-flek dan bekas luka.

Jenis-Jenis Jerawat


1. Komedo

Jenis jerawat yang pertama, komedo, ialah pori-pori yang tersumbat yang bisa saja dalam keadaan terbuka dan tertutup. Komedo sendiri dibagi menjadi 2 jenis, yaitu komedo hitam (blackhead) dan komedo putih (whitehead). Komedo hitam terlihat seperti pori-pori yang membesar dan menghitam, sedangkan komedo putih terlihat seperti tonjolan putih kecil karena pori-pori tersumbat. Umumnya komedo disebabkan oleh sekresi kelenjar minyak yang berlebihan pada kulit dan sel-sel kulit mati.

2. Jerawat Biasa

Jerawat ini sangat mudah untuk dikenali, ia memiliki karakteristik tonjolan kecil dan berwarna merah jambu hingga kemerahan. Jerawat ini terjadi karena pori-pori yang tersumbat dan terinfeksi oleh bakteri. Bakteri yang menginfeksi bisa saja dari kosmetik, benda-benda disekitar lainnya, bahkan juga jari diri sendiri. Faktor lingkungan, hormon, hingga stres mampu memicu terjadinya jerawat.

3. Jerawat Batu

Jerawat batu merupakan jenis jerawat yang berbentuk besar-besar disertai peradangan, biasanya terjadi di wajah. Jerawat batu biasanya melibatkan genetik, yang artinya keturunan dari sang pengidap jerawat batu, memiliki risiko terkena jerawat batu pula. Umumnya jerawat batu disebabkan oleh sekresi kelenjar minyak yang berlebihan dan pertumbuhan sel-sel kulit yang tidak normal.

Penyebab Jerawat


1. Genetik

Kecenderungan terhadap jerawat lebih besar terjadi di dalam keluarga. Terutama pada jerawat batu, yang memiliki risiko cenderung besar terkena jerawat batu apabila orang tua pernah mengidap jerawat batu.

2. Peningkatan Hormon di Dalam Tubuh

Aktivitas hormonal dapat mengakibatkan perkembangan jerawat. Aktivitas hormonal tersebut seperti pubertas dan menstruasi, yang mana saat sedang terjadi aktivitas hormonal tersebut maka produksi kelenjar minyak bertambah dan menyumbat pori-pori kulit.

3. Stres

Stres bukanlah suatu faktor atau penyebab adanya jerawat secara langsung, melainkan ada proses lebih lanjut untuk menyebabkan adanya jerawat. Namun dengan keadaaan yang stres, hormon di dalam tubuh terganggu sehingga meningkatkan risiko timbulnya jerawat.

4. Produksi Kelenjar Minyak Yang Berlebihan

Penyebab jerawat paling sering disebabkan oleh faktor-faktor dari dalam tubuh, salah satunya ialah produksi minyak yang berlebihan. Sehingga gangguan dari berlebihannya produksi kelenjar minyak tersebut menyebabkan penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit, dengan kata lain inilah asal muasal terjadinya jerawat.

5. Sel-Sel Kulit Mati

Jerawat tidak hanya timbul ketika kelenjar minyak yang berlebihan dan menyumbat pori-pori kulit. Namun unsur sel-sel kulit mati dan debu atau kotoran dari luar juga mempengaruhi. Ketika sel-sel kulit bercampur dengan debu atau kotoran, campuran tersebut dapat membentuk penyumbat yang menjadi bintik hitam ataupun putih.

6. Bakteri

Bakteri yang ada di kulit, Propionibacterium Acnes, membuat masalah menjadi kian rumit. Pasalnya bakteri ini cenderung berkembang biak di dalam isian jerawat/kelenjar yang tersumbat dan menimbulkan iritasi di daerah sekitarnya. Warna kemerahan pada jerawat ini lah contoh iritasi yang dihasilkan oleh bakteri tersebut, dan pada saat jerawatnya pecah mampu menyebarkan radang ke kulit sekitarnya. Pada kasus jenis jerawat batu, ketika jerawatnya pecah bisa meninggalkan pigmentasi jangka panjang dan bekas luka seperti cacar namun yang permanen.

7. Kosmetik

Penggunaan kosmetik yang mengandung minyak berlebihan dan penggunaan bedak yang menyatu dengan foundation seringkali menjadi penyebab penyumbatan pada pori-pori kulit. Serta pemakaian kosmetik yang tidak cocok dengan kulit juga menimbulkan iritasi, dan berisiko timbul jerawat.

8. Benda-Benda di Sekitar

Bakteri bisa berada di mana pun, tidak perduli di dalam suhu atau lingkungan seperti apa, bakteri dan virus tetap menunjukkan eksistensinya. Anda perlu waspada dengan benda-benda di sekitar Anda, karena benda menjadi salah satu media subur untuk tumbuhnya bakteri. Contoh saja benda-benda seperti telepon genggam, gagang pintu, bahkan tangan Anda sendiri bisa menjadi sarang bakteri. Maka dari itu biasakan untuk memperhatikan dan membersihkan benda-benda di sekitar Anda, dan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum melakukan kontak dengan kulit wajah.

Gejala-Gejala Jerawat


Gejala yang muncul ialah adanya penyumbatan pada pori-pori sehingga membentuk bintik-bintik atau komedo yang berwarna hitam ataupun putih. Ada juga muncul benjolan-benjolan kecil atau besar berwarna kemerah-merahan yang berisi gumpalan nanah.

Cara Mengobati Jerawat


Banyak metode yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi dan menghilangkan jerawat, tergantung pada jenis dan tingkat keparahan jerawat tersebut. Misalnya saja mengatasi jerawat menggunakan bahan-bahan alami seperti ekstrak teh hijau, lidah buaya, minyak pohon teh, dan juga putih telur. Atau menggunakan obat-obatan seperti anti-biotik dan anti-septik, serta tindakan-tindakan medis seperti pengangkatan komedo, facial care, dan metode peeling.

Jerawat : Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Jerawat : Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Apa Itu Jerawat ?


Jerawat atau yang sering disebut acne/pimple/blotch adalah suatu keadaan dimana kulit mengalami gangguan. Gangguan tersebut terjadi karena adanya sekresi sebum berlebih oleh kelenjar minyak pada kulit yang bercampur dengan sel kulit mati sehingga menyebabkan penyumbatan pada folikel rambut dibawah kulit.

Jerawat paling banyak muncul di area muka, namun bisa juga terjadi di area dada, leher, pundak, daun telinga dan punggung. Ciri-ciri keberadaan jerawat sering ditandai dengan timbulnya komedo baik berwarna hitam maupun putih, kulit berminyak disertai bintik-bintik merah, dan bintik merah membengkak berisi nanah. Adanya jerawat menyebabkan kulit terasa panas dan sakit jika disentuh.

Tahukah Anda ?


Tidak ada satu orangpun di dunia ini yang semasa hidupnya tidak memiliki jerawat. Jerawat juga merupakan permasalahan yang umum yang keberadaannya sudah menjadi hal lumrah di masyarakat. Pada umumnya kehadiran jerawat mulai terjadi pada masa pubertas/akil baliqh, dan menyerang anak laki-laki maupun perempuan. Tanpa pengobatan yang tepat, jerawat bisa meninggalkan flek-flek dan bekas luka.

Jenis-Jenis Jerawat


1. Komedo

Jenis jerawat yang pertama, komedo, ialah pori-pori yang tersumbat yang bisa saja dalam keadaan terbuka dan tertutup. Komedo sendiri dibagi menjadi 2 jenis, yaitu komedo hitam (blackhead) dan komedo putih (whitehead). Komedo hitam terlihat seperti pori-pori yang membesar dan menghitam, sedangkan komedo putih terlihat seperti tonjolan putih kecil karena pori-pori tersumbat. Umumnya komedo disebabkan oleh sekresi kelenjar minyak yang berlebihan pada kulit dan sel-sel kulit mati.

2. Jerawat Biasa

Jerawat ini sangat mudah untuk dikenali, ia memiliki karakteristik tonjolan kecil dan berwarna merah jambu hingga kemerahan. Jerawat ini terjadi karena pori-pori yang tersumbat dan terinfeksi oleh bakteri. Bakteri yang menginfeksi bisa saja dari kosmetik, benda-benda disekitar lainnya, bahkan juga jari diri sendiri. Faktor lingkungan, hormon, hingga stres mampu memicu terjadinya jerawat.

3. Jerawat Batu

Jerawat batu merupakan jenis jerawat yang berbentuk besar-besar disertai peradangan, biasanya terjadi di wajah. Jerawat batu biasanya melibatkan genetik, yang artinya keturunan dari sang pengidap jerawat batu, memiliki risiko terkena jerawat batu pula. Umumnya jerawat batu disebabkan oleh sekresi kelenjar minyak yang berlebihan dan pertumbuhan sel-sel kulit yang tidak normal.

Penyebab Jerawat


1. Genetik

Kecenderungan terhadap jerawat lebih besar terjadi di dalam keluarga. Terutama pada jerawat batu, yang memiliki risiko cenderung besar terkena jerawat batu apabila orang tua pernah mengidap jerawat batu.

2. Peningkatan Hormon di Dalam Tubuh

Aktivitas hormonal dapat mengakibatkan perkembangan jerawat. Aktivitas hormonal tersebut seperti pubertas dan menstruasi, yang mana saat sedang terjadi aktivitas hormonal tersebut maka produksi kelenjar minyak bertambah dan menyumbat pori-pori kulit.

3. Stres

Stres bukanlah suatu faktor atau penyebab adanya jerawat secara langsung, melainkan ada proses lebih lanjut untuk menyebabkan adanya jerawat. Namun dengan keadaaan yang stres, hormon di dalam tubuh terganggu sehingga meningkatkan risiko timbulnya jerawat.

4. Produksi Kelenjar Minyak Yang Berlebihan

Penyebab jerawat paling sering disebabkan oleh faktor-faktor dari dalam tubuh, salah satunya ialah produksi minyak yang berlebihan. Sehingga gangguan dari berlebihannya produksi kelenjar minyak tersebut menyebabkan penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit, dengan kata lain inilah asal muasal terjadinya jerawat.

5. Sel-Sel Kulit Mati

Jerawat tidak hanya timbul ketika kelenjar minyak yang berlebihan dan menyumbat pori-pori kulit. Namun unsur sel-sel kulit mati dan debu atau kotoran dari luar juga mempengaruhi. Ketika sel-sel kulit bercampur dengan debu atau kotoran, campuran tersebut dapat membentuk penyumbat yang menjadi bintik hitam ataupun putih.

6. Bakteri

Bakteri yang ada di kulit, Propionibacterium Acnes, membuat masalah menjadi kian rumit. Pasalnya bakteri ini cenderung berkembang biak di dalam isian jerawat/kelenjar yang tersumbat dan menimbulkan iritasi di daerah sekitarnya. Warna kemerahan pada jerawat ini lah contoh iritasi yang dihasilkan oleh bakteri tersebut, dan pada saat jerawatnya pecah mampu menyebarkan radang ke kulit sekitarnya. Pada kasus jenis jerawat batu, ketika jerawatnya pecah bisa meninggalkan pigmentasi jangka panjang dan bekas luka seperti cacar namun yang permanen.

7. Kosmetik

Penggunaan kosmetik yang mengandung minyak berlebihan dan penggunaan bedak yang menyatu dengan foundation seringkali menjadi penyebab penyumbatan pada pori-pori kulit. Serta pemakaian kosmetik yang tidak cocok dengan kulit juga menimbulkan iritasi, dan berisiko timbul jerawat.

8. Benda-Benda di Sekitar

Bakteri bisa berada di mana pun, tidak perduli di dalam suhu atau lingkungan seperti apa, bakteri dan virus tetap menunjukkan eksistensinya. Anda perlu waspada dengan benda-benda di sekitar Anda, karena benda menjadi salah satu media subur untuk tumbuhnya bakteri. Contoh saja benda-benda seperti telepon genggam, gagang pintu, bahkan tangan Anda sendiri bisa menjadi sarang bakteri. Maka dari itu biasakan untuk memperhatikan dan membersihkan benda-benda di sekitar Anda, dan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum melakukan kontak dengan kulit wajah.

Gejala-Gejala Jerawat


Gejala yang muncul ialah adanya penyumbatan pada pori-pori sehingga membentuk bintik-bintik atau komedo yang berwarna hitam ataupun putih. Ada juga muncul benjolan-benjolan kecil atau besar berwarna kemerah-merahan yang berisi gumpalan nanah.

Cara Mengobati Jerawat


Banyak metode yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi dan menghilangkan jerawat, tergantung pada jenis dan tingkat keparahan jerawat tersebut. Misalnya saja mengatasi jerawat menggunakan bahan-bahan alami seperti ekstrak teh hijau, lidah buaya, minyak pohon teh, dan juga putih telur. Atau menggunakan obat-obatan seperti anti-biotik dan anti-septik, serta tindakan-tindakan medis seperti pengangkatan komedo, facial care, dan metode peeling.

Disqus Codes
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>
  • To write a underline letter please use <u></u>
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parser Box

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

Subscribe Our Newsletter