10 Efek Samping dan Bahaya Minuman Beralkohol Untuk Kesehatan Tubuh - Lights Pedia

    Social Items

Your Ads Here
Efek Samping, Bahaya, dan Dampak Negatif Minuman Beralkohol Untuk Kesehatan Tubuh
Minuman beralkohol atau yang sering disingkat minol merupakan minuman yang mengandung etanol. Etanol merupakan bahan psikoaktif dan mengonsumsinya bisa menyebabkan penurunan kesadaran. Sehingga di berbagai negara, penjualan minuman beralkohol dibatasi ke sejumlah kalangan saja dan umumnya diperjualbelikan kepada orang-orang yang telah melewati batas usia-usia tertentu.

Untuk sekedar informasi, bahwa minuman beralkohol tentunya berbeda dengan minuman keras. Minuman keras merupakan bagian dari minuman beralkohol, akan tetapi etanol yang terkandung merupakan hasil dari penyulingan. Contoh minuman keras ialah vodka, wiski, rum, arak, soju, dan tequila.

Banyak alasan mengapa orang bisa mengonsumsi minuman beralkohol, salah satunya yakni karena memang mereka menyukai minuman beralkohol. Atau bisa juga karena pengaruh lingkungan sekitar, dan karena ingin menghilangkan stres atau melupakan peliknya masalah kehidupan.

Namun kenyataannya, minuman beralkohol menyimpan banyak bahaya dan efek negatif untuk tubuh dibandingkan dengan manfaatnya jika dikonsumsi melebihi ambang batas yang sehat. Terlebih lagi minuman beralkohol memilili sifat adiktif.

Sifat adiktif dari minuman beralkohol, membuat orang yang mengonsumsinya menjadi candu. Dan ketika sudah mulai kecanduan, maka orang yang meminumnya lama-kelamaan tanpa sadar akan menambah takaran/dosis sampai pada dosis mabuk hingga keracunan.

Jika dikonsumsi secara berlebihan, minol juga dapat menyebabkan penurunan dan kehilangan konsentrasi, sehingga dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Sedangkan jika diminum terus-menerus dalam jangka waktu yang panjang, minol dapat mengakibatkan penyakit kronis bahkan berujung kematian.

Selain memiliki dampak negatif seperti penurunan dan kehilangan konsentrasi, mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dan dalam jangka waktu yang panjang juga mengakibatkan efek samping lainnya. Berikut ini efek samping dan bahaya minuman beralkohol bagi tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan.

Efek Samping dan Bahaya Minuman Beralkohol


1. Gangguan Otak dan Saraf

Terlalu sering mengonsumsi alkohol dalam jangka panjang dapat mengganggu kinerja otak, menurunkan fungsi, hingga dapat menyebabkan kerusakan otak permanen. Kehilangan koordinasi, berkurangnya refleks tubuh, menurunnya pengihatan merupakan bagian dari beberapa kondisi-kondisi yang bisa terjadi apabila terlalu banyak mengonsumsi alkohol. Alkohol bisa merusak lebih dari satu bagian otak, mempengaruhi bagaimana seseorang bersikap, berperilaku, termasuk kemampuan belajar dan mengingat.

2. Mengalami Masalah Sistem Pencernaan

Mengonsumsi alkohol secara berlebihan dalam jangka waktu yang lama juga bisa mengakibatkan terjadinya kerusakan pada sistem saluran pencernaan. Alkohol dapat mengakibatkan perut meradang (gastritis), yang akan menghalangi kelancaran proses pencernaan makanan dan membuat nutrisi yang masuk ke dalam tubuh tidak terserap dengan sempurna, serta mudah mengalami kekurangan nutrisi.

3. Radang Pankreas

Pankreas merupakan salah satu organ penting tubuh yang berperan dalam memproduksi enzim dan hormon yang berguna untuk membantu proses pencernaan. Namun saat terlalu banyaknya mengonsumsi alkohol secara tidak langsung menyebabkan peradangan pada pankreas yang tentunya bisa sangat menyiksa.

4. Penyakit Hati

Hati adalah organ terbesar di tubuh manusia yang berfungsi untuk menetralisir racun dari dalam darah. Akan tetapi, fungsi hati akan terganggu atau bahkan rusak jika Anda terlalu banyak mengonsumsi alkohol.

Bagi tubuh, alkohol merupakan zat racun. Saat alkohol masuk ke dalam tubuh, hati akan bekerja lebih keras untuk memproses alkohol. Kebiasaan minum alkohol akan membuat hati lama-kelamaan mengalami peradangan dan memicu munculnya gangguan, seperti penumpukan lemak di hati, sirosis, hepatitis alkoholik, hingga kanker hati.

5. Risiko Terkena Penyakit Jantung

Banyaknya alkohol yang dikonsumsi memiliki keterkaitan langsung terhadap tekanan darah. Sehingga kebiasaan mengonsumsi alkohol secara rutin dapat menyebabkan peningkatan risiko hipertensi dalam jangka panjang.

Dengan meningkatnya tekanan darah atau sering disebut hipertensi, maka juga dapat meningkatkan risiko munculnya gangguan pada jantung. Seperti mengalami serangan jantung, gangguan irama jantung, melemahnya otot jantung, stroke, dan juga bisa menyebabkan obesitas.

6. Meningkatkan Risiko Kanker

Kebiasaan mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko terkena berbagai jenis kanker. Hal ini dikarenakan alkohol memiliki sifat karsinogen yang bisa mengembangkan beberapa tipe kanker, termasuk kanker mulut dan tenggorokan, esofagus, hati, dan juga kanker payudara.

7. Gangguan Mental Organik (GMO)

Bila dikonsumsi secara berlebihan, minuman beralkohol dapat menimbulkan efek samping gangguan mental organik (GMO). GMO adalah gangguan dalam fungsi berpikir, merasakan, dan juga berperilaku. GMO terjadi disebabkan oleh reaksi langsung pada sel-sel saraf pusat.

Bagi pecandu yang terkena GMO biasanya akan mengalami perubahan perilaku, tidak mampu menilai realitas, terganggu fungsi sosialnya, dan juga terganggu pekerjaannya. Selain itu penderitanya juga akan mengalami cara berjalan yang tidak mantap, wajah memerah, mata juling, menjadi mudah tersinggung, bicara ngasal atau ngawur, dan kehilangan konsentrasi.

8. Sindrom Putus Alkohol

Alkohol memiliki sifat adiktif, sehingga orang yang meminumnya lama-kelamaan tanpa sadar akan menambah takaran/dosis sampai pada dosis mabuk hingga keracunan, serta membuat peminumnya menjadi kecanduan alkohol.

Orang yang sudah ketagihan atau sudah candu alkohol biasanya akan mengalami suatu gejala yang disebut sindrom putus alkohol. Yaitu di mana mempunyai rasa takut diberhentikan untuk minum alkohol. Mereka akan sering mengalami tubuh gemetar, jantung berdebar-debar, cemas, gelisah, murung, dan banyak berhalusinasi.

9. Menurunkan Imunitas Tubuh

Efek samping mengonsumsi banyak alkohol dalam jangka panjang juga mampu menurunkan sistem kekebalan tubuh dan membuat peminumnya rentan terkena penyakit. Alkoholik kronis lebih rentan terkena penyakit menular seperti tuberculosis (TBC), pneumonia, dan virus HIV.

10. Keracunan Allkohol

Efek samping selanjutnya minum alkohol yaitu dapat mempengaruhi elastisitas dinding ateri dan usia prematur arteri, sehingga mengganggu aliran darah. Dengan kadar alkohol yang diluar ambang batas toleransi tubuhnya, maka kadar alkohol tersebut akan berubah menjadi beracun dan membuat peminumnya keracunan alkohol. Keracunan alkohol bisa membuat peminum mengalami koma, dan pada akhirnya bisa berujung pada kematian.

10 Efek Samping dan Bahaya Minuman Beralkohol Untuk Kesehatan Tubuh

Efek Samping, Bahaya, dan Dampak Negatif Minuman Beralkohol Untuk Kesehatan Tubuh
Minuman beralkohol atau yang sering disingkat minol merupakan minuman yang mengandung etanol. Etanol merupakan bahan psikoaktif dan mengonsumsinya bisa menyebabkan penurunan kesadaran. Sehingga di berbagai negara, penjualan minuman beralkohol dibatasi ke sejumlah kalangan saja dan umumnya diperjualbelikan kepada orang-orang yang telah melewati batas usia-usia tertentu.

Untuk sekedar informasi, bahwa minuman beralkohol tentunya berbeda dengan minuman keras. Minuman keras merupakan bagian dari minuman beralkohol, akan tetapi etanol yang terkandung merupakan hasil dari penyulingan. Contoh minuman keras ialah vodka, wiski, rum, arak, soju, dan tequila.

Banyak alasan mengapa orang bisa mengonsumsi minuman beralkohol, salah satunya yakni karena memang mereka menyukai minuman beralkohol. Atau bisa juga karena pengaruh lingkungan sekitar, dan karena ingin menghilangkan stres atau melupakan peliknya masalah kehidupan.

Namun kenyataannya, minuman beralkohol menyimpan banyak bahaya dan efek negatif untuk tubuh dibandingkan dengan manfaatnya jika dikonsumsi melebihi ambang batas yang sehat. Terlebih lagi minuman beralkohol memilili sifat adiktif.

Sifat adiktif dari minuman beralkohol, membuat orang yang mengonsumsinya menjadi candu. Dan ketika sudah mulai kecanduan, maka orang yang meminumnya lama-kelamaan tanpa sadar akan menambah takaran/dosis sampai pada dosis mabuk hingga keracunan.

Jika dikonsumsi secara berlebihan, minol juga dapat menyebabkan penurunan dan kehilangan konsentrasi, sehingga dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Sedangkan jika diminum terus-menerus dalam jangka waktu yang panjang, minol dapat mengakibatkan penyakit kronis bahkan berujung kematian.

Selain memiliki dampak negatif seperti penurunan dan kehilangan konsentrasi, mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dan dalam jangka waktu yang panjang juga mengakibatkan efek samping lainnya. Berikut ini efek samping dan bahaya minuman beralkohol bagi tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan.

Efek Samping dan Bahaya Minuman Beralkohol


1. Gangguan Otak dan Saraf

Terlalu sering mengonsumsi alkohol dalam jangka panjang dapat mengganggu kinerja otak, menurunkan fungsi, hingga dapat menyebabkan kerusakan otak permanen. Kehilangan koordinasi, berkurangnya refleks tubuh, menurunnya pengihatan merupakan bagian dari beberapa kondisi-kondisi yang bisa terjadi apabila terlalu banyak mengonsumsi alkohol. Alkohol bisa merusak lebih dari satu bagian otak, mempengaruhi bagaimana seseorang bersikap, berperilaku, termasuk kemampuan belajar dan mengingat.

2. Mengalami Masalah Sistem Pencernaan

Mengonsumsi alkohol secara berlebihan dalam jangka waktu yang lama juga bisa mengakibatkan terjadinya kerusakan pada sistem saluran pencernaan. Alkohol dapat mengakibatkan perut meradang (gastritis), yang akan menghalangi kelancaran proses pencernaan makanan dan membuat nutrisi yang masuk ke dalam tubuh tidak terserap dengan sempurna, serta mudah mengalami kekurangan nutrisi.

3. Radang Pankreas

Pankreas merupakan salah satu organ penting tubuh yang berperan dalam memproduksi enzim dan hormon yang berguna untuk membantu proses pencernaan. Namun saat terlalu banyaknya mengonsumsi alkohol secara tidak langsung menyebabkan peradangan pada pankreas yang tentunya bisa sangat menyiksa.

4. Penyakit Hati

Hati adalah organ terbesar di tubuh manusia yang berfungsi untuk menetralisir racun dari dalam darah. Akan tetapi, fungsi hati akan terganggu atau bahkan rusak jika Anda terlalu banyak mengonsumsi alkohol.

Bagi tubuh, alkohol merupakan zat racun. Saat alkohol masuk ke dalam tubuh, hati akan bekerja lebih keras untuk memproses alkohol. Kebiasaan minum alkohol akan membuat hati lama-kelamaan mengalami peradangan dan memicu munculnya gangguan, seperti penumpukan lemak di hati, sirosis, hepatitis alkoholik, hingga kanker hati.

5. Risiko Terkena Penyakit Jantung

Banyaknya alkohol yang dikonsumsi memiliki keterkaitan langsung terhadap tekanan darah. Sehingga kebiasaan mengonsumsi alkohol secara rutin dapat menyebabkan peningkatan risiko hipertensi dalam jangka panjang.

Dengan meningkatnya tekanan darah atau sering disebut hipertensi, maka juga dapat meningkatkan risiko munculnya gangguan pada jantung. Seperti mengalami serangan jantung, gangguan irama jantung, melemahnya otot jantung, stroke, dan juga bisa menyebabkan obesitas.

6. Meningkatkan Risiko Kanker

Kebiasaan mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko terkena berbagai jenis kanker. Hal ini dikarenakan alkohol memiliki sifat karsinogen yang bisa mengembangkan beberapa tipe kanker, termasuk kanker mulut dan tenggorokan, esofagus, hati, dan juga kanker payudara.

7. Gangguan Mental Organik (GMO)

Bila dikonsumsi secara berlebihan, minuman beralkohol dapat menimbulkan efek samping gangguan mental organik (GMO). GMO adalah gangguan dalam fungsi berpikir, merasakan, dan juga berperilaku. GMO terjadi disebabkan oleh reaksi langsung pada sel-sel saraf pusat.

Bagi pecandu yang terkena GMO biasanya akan mengalami perubahan perilaku, tidak mampu menilai realitas, terganggu fungsi sosialnya, dan juga terganggu pekerjaannya. Selain itu penderitanya juga akan mengalami cara berjalan yang tidak mantap, wajah memerah, mata juling, menjadi mudah tersinggung, bicara ngasal atau ngawur, dan kehilangan konsentrasi.

8. Sindrom Putus Alkohol

Alkohol memiliki sifat adiktif, sehingga orang yang meminumnya lama-kelamaan tanpa sadar akan menambah takaran/dosis sampai pada dosis mabuk hingga keracunan, serta membuat peminumnya menjadi kecanduan alkohol.

Orang yang sudah ketagihan atau sudah candu alkohol biasanya akan mengalami suatu gejala yang disebut sindrom putus alkohol. Yaitu di mana mempunyai rasa takut diberhentikan untuk minum alkohol. Mereka akan sering mengalami tubuh gemetar, jantung berdebar-debar, cemas, gelisah, murung, dan banyak berhalusinasi.

9. Menurunkan Imunitas Tubuh

Efek samping mengonsumsi banyak alkohol dalam jangka panjang juga mampu menurunkan sistem kekebalan tubuh dan membuat peminumnya rentan terkena penyakit. Alkoholik kronis lebih rentan terkena penyakit menular seperti tuberculosis (TBC), pneumonia, dan virus HIV.

10. Keracunan Allkohol

Efek samping selanjutnya minum alkohol yaitu dapat mempengaruhi elastisitas dinding ateri dan usia prematur arteri, sehingga mengganggu aliran darah. Dengan kadar alkohol yang diluar ambang batas toleransi tubuhnya, maka kadar alkohol tersebut akan berubah menjadi beracun dan membuat peminumnya keracunan alkohol. Keracunan alkohol bisa membuat peminum mengalami koma, dan pada akhirnya bisa berujung pada kematian.

Disqus Codes
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>
  • To write a underline letter please use <u></u>
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parser Box

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

Subscribe Our Newsletter